01 Oktober 2016

Contoh Cara Menggunakan Multitester Digital Yang Tepat

Cara menggunakan Multitester Digital - Karena masih ada atau bahkan banyak diantara kita masih bingung bagaimana cara menggunakan atau memahami sistem kenerja dari multitester digital tersebut, maka kali ini saya akan membantu sedikit tentang penggunaan multitester digital ini. 

cara-menggunakan-multitester-digital-untuk-hp,cara-menggunakan-multitester-digital-heles,cara-menggunakan-multitester-digital-dt9205a,cara-menggunakan-multitester-digital-sanwa-cd800a,


Sebagai mana kita ketahui Multitester merupakan alat untuk memeriksa tegangan AC atau DC, kondisi komponen elektronika dalam rangkaian elektronika, hambatan, juga arus kecil dalam rangkaian elektronika. Multitester ini akan memberitahukan kita jika pada komponen tersebut ada tegangan atau tidaknya tegangan. Dengan kegunaannya seperti itu Multitester ini dapat atau bisa kita gunakan dalam beberapa pekerjaan kita yang memang harus menggunakan pengukur atau pendetek kondisi tegangan dalam komponen elektronika dan sejenisnya.

Agar dapat menggunakan Multitester ini dengan maksimal dan juga sesuai dengan fungsinya maka dari itu, kita harus tahu cara menggunakan Multitester dengan tepat fungsi. Multitester itu sendiri mempunyai dua jenis yaitu Multitester digital dan analog, perbedaannya adalah kalau yang analog menggunakan jarum penunjuk bergerak kiri kekanan saat skala pengukuran dilakukan.

Namun pada Multitester digital ada beberapa circuit bisa dibilang cukup rumit untuk mengkonversi masukan dari pengukuran untuk menjadi tampilan digital pada layar LCDnya.

Berikut Langkah Cara menggunakan Multitester Digital Dalam Suatu Pengukuran

cara-menggunakan-multitester-digital-untuk-hp,cara-menggunakan-multitester-digital-heles,cara-menggunakan-multitester-digital-dt9205a,cara-menggunakan-multitester-digital-sanwa-cd800a,
Cara Menggunakan VPN di Android Untuk Internet Gratisan yang Mudah

Cara Menggunakan untuk Volt Meter

Pasangkan Kabel warna hitam ke COM (Ground), pasangkan kabel warna merah ke Lubang V/Ohm.
Pilih object pengukuran kita, semisalnya mengukur battere Nokia berkapasitas 3,7V.
Lihat pada skala Multitester bagian v=Volt ada dua yaitu:
AC Volt merupakan tegangan bolak balik : Seperti tegangan listrik PLN, beserta sejenis lainnya.
DC Volt merupakan Tegangan searah: Tegangan Output IC Power, Tegangan Batere, dsb disitu terdapat polaritas antara + dan -.
Pada umumnya digunakan terhadap pengukuran arus yang lemah seperti ponsel, jam dijital dll ,, dipilih DC Volt.
Setelah skala DC Volt dipilih, maka ada nilai-nilai tertera pada bagian DC Volt tersebut.
  1. 750V artinya akan digunakan pada pengukuran tegangan maximal 750V
  2. 200V artinya akan digunakan pada pengukuran tegangan maximal 200V
  3. 20V artinya akan digunakan pada pengukuran tegangan maximal 20 Volt
  4. 2V artinya akan digunakan pada pengukuran tegangan maximal 2 Volt
  5. 200mV artinya digunakan pada pengukuran tegangan maximal 0,2 Volt
  • Gunakan skala pengukuran yang tepat, semisal tadi itu kita pakai objek Battere 3,6 Volt maka yang kita gunakan adalah skala 20V, dan hasilnya akan lebih akurat semisalnya ia akan terbaca: 3,76 Volt.
  • Kalau menggunakan skala 2 V akan maka muncul angka 1, ini menandakan melebihi skala atau kata lain overload.
  • Jika yang digunakan skala lebih besar lagi semisal menggunakan skala 200V hasilnya akan dapat terbaaca juga namun ini tidak akurat karna hanya satu digit di belakang koma yang di tampilkan semisalnya hasil terbaca yaitu 3,6V or 3,7 V saja.
  • Jika kita menggunakan skala 750V juga bisa terbaca namun hasilnya akan lebih jauh, hasilnya langsung dibulatkan tanpa memakai koma, semisal 3,6 V maka yang tampil adalah 4v.
  • Jika object pengukuran sudah ada, sudah juga memilih skala yang tepat, maka langsung dapat dilakukan pengukuran, tempelkan kabel warna merah kepositif battere trus kabel hitam kenegatifnya, maka akan muncul dari hasil pengukuran kita itu.
  • Kalau kabelnya terbalik maka hasilnya juga tetap muncul, namun tanda negatif ada didepan hasilnya tersebut.
  • Sebagai tambahan saja, jika multitester Anda ada tombol DH = Data Hold. Kalau di tekan maka hasilnya akan freeze, juga bisa dicatat sbagai hasil.
cara-menggunakan-multitester-digital-untuk-hp,cara-menggunakan-multitester-digital-heles,cara-menggunakan-multitester-digital-dt9205a,cara-menggunakan-multitester-digital-sanwa-cd800a,

Cara Menggunakan Multitester Digital Untuk Pengukuran Pada Ponsel

  • Power On : Tegangan dari batt ke CCONT ke Saklar.
  • VBB (Voltage BaseBand) = untuk dibagian baseband spt IC UI, LCD, IC Flash , CPU, COBBA, dll
  • VCore = Tegangan Digital untuk CPU sebagai Processor.
  • VCP, Voltage Charge Pump: untuk IC Regulator ke VCO & IC RF
  • VCOBBA : Digital IC Audio COBBA
  • VREF, Referensi clock untuk IC RF HAGAR = sebagai Frequency Synthetizer, dan IC Audio COBBA sebagai Automatic Frequency Control didalam pengaturan RF Clock 26 Mhz.
  • VXO, Voltage Xtal Oscillator: tegangan untuk IC Crystal 26 Mhz
  • PURX, Power Up Reset : Signal Reset utuk CPU dari CCONT untk mulai bekerja.
  • Attachment 168050
Langkah-langkah Pengukuran dengan Multitester Digital :
  • Putar Skala Multitester ke DC Volt 20
  • Tempel Kabel warna hitam keGround, kabel Mmerah kekaki saklar On/Off +, dibagian bawahnya. Baca hasil tegangan, harus menunjukkan 3,6V. Dan jika saklarnya ditekan maka hasilnya harus 0 V. Jika tdk ada Power On HP tidak akan bisa hidup, namun jika di cas akan muncul gambar battere, solusinya adalah cek Ccont, R118 dan jalur Power On, Ccont kaki E4, switch on/off.
  • Kabel merah di pindah ke- C152, lalu tekan On/Off maka harus 2,8 VXO, Jika tidak keluar otomatis HP akan mati, Crystal tak bekerja untuk mengeluarkan frekuensi 26 Mhz buat IC RF, yang mana nantinya oleh HAGAR dibagi menjadi 13 Mhz lalu akan dikirim ke CPU, sebagai RF Clock. Dari itu cek CCONT jika VXO tidak ada muncul.
  • Kabel warna merah ke C107, VBB = 2,8V, jika tidak muncul HP akan mati, maka cek CCONTnya.
  • Kabel warna merah ke C108, VCP = 5V, jika tidak muncul HP akan menjadi No Signal, manual searching akan No network di waktu singkat. Maka Cek CCONT.
  • Kabel warna merah ke C140, VCore = 1,8V, jika muncul HP akan mati karena CPU bekerja, oleh karena itu cek CCON. Bila Vcore =1,0V ada kemungkinannya CCONT lemah, atau CPU Shot.
  • Kabel warna merah ke C133, VCobba = 2,8 V, jika tidak muncul di HP akan muncul “Contact Service” juga di info UFS COBBA s/n = 000000, karena Cobba tak bekerja akibat tak ada tegangan. Solusinya juga cek CCONT.
  • Kabel warna merah ke C106, VRef = 1,5V, jika tak muncul gejala HP No Network, karena referensi IC HAGAR tak ada. Solusinya juga cek di CCONT.
  • Kabel warna Merah ke J227, PURX =2,8V sambungan ke kaki B13 CPU, Jika PURX tak muncul maka HP akan mati, karena CPU tak mendapat Signal Power Up Reset dari CCONT.
  • Setelah semua muncul pertanda CCONT dalam hal ini berfungsi, sebagai Pembagi tegangan atau regulator, telah berfungsi baik.

Cara Menggunakan Multitester Digital Untuk Pengukuran Arus Rangkaian

  • Kabel warna merah ke 20A, kabel hitam di COM atau ground. Dipilih 20A karna mengukur arus lebih dari 0,2 A.
  • Misalnya Anda ingin mengukur arus pada pengisian battere. caranya ialah salah satu kabel charger dipotong terlbih dahulu, lalu masing-masing kabel di tempelkan pada kabel arna merah juga kabel hitam dari multitester. Lakukan pengukuran ini saat ponsel di charger untuk mendapati hasil akurat. Misalnya didapati nilai yang tertera 0,725, itu berarti arus pengisian batree 0,725 A = 725 mA.
  • Atau bisa juga dengan cara mencabut Sekring (Fuse) lalu kemudian tempelkan masing-masing kabel kekutub sekring di PCB, Lalu lihat akan didapat hasilnya.

Cara Menggunakan Untuk Mengukur Kapasitas Condensator atau Capasitor

Sedikit ulasan tentang Kondensator : Kondensator ialah suatu alat yang menyimpan energi dalam medan listrik, dengan caramengumpulkan ketidak seimbangan internaldari muatan listrik. Kondensator ini memiliki satuan biasa disebut Farad. Kondensator ini juga di kenal dengan kapasitor, namun kata kondensator masih sering di pakai hingga pada saat ini. Seorang ilmuwan Italia tahun 1782, Alessandro Volta menyebutnya kondensator berasal dari bahasa Itali condensatore, berkenaan oleh kemampuan alat ini untuk menyimpan muatan listrik yang tinggi bila dibanding dengan komponen lainnya.

Kondensator ini di identikkan dengan mempunyai dua kaki dan juga dua kutub positif dan juga negatif serta ia memiliki cairan elektrolit , biasanya berbentuk seperti tabung. Kondensator mempunyai lambang kutub positif negatif pada skema elektronika. Sedangkan satunya lagi memiliki nilai kapasitas yang lebih rendah, tidak mempunyai kutub positif negatif pada kakinya, berbentuk bulat gepeng kadang berwarna coklat, hijau, merahdan lainnya, sering disebut kapasitor = capacitor.

Lambang kapasitor pada skema elektronika tidak memiliki lambang. Kebiasaan, kondisi juga artikulasi bahasa setiap di negara tergantung masyarakat, mana yang lebih sering menyebutkan. Namun pada masa kini, kondensator lebih sering disebut sebagai kapasitor (capacitor) atau sebaliknya yang mana dalam ilmu elektronika kini disingkat huruf C.

Satuan dalam Capasitor disebut Farad. Satu Farad sama dengan 9 x 1011 cm² yang mana artinya luasnya permukaan kepingan tersebut menjadi 1 Farad = 106 mikro Farad (µF), maka jadinya ialah 1 µF = 9 x 105cm².

Satuan sentimeter persegi atau cm² sangat jarang sekali untuk digunakan, alasannya tentu karena kurang praktis, satuan digunakan ialah:

1 pF = 1.000 µµF atau disebut mikro-mikro Farad
1 nF = 1.000 pF atau disebut piko Farad
1 µF = 1.000 nF atau disebut nano Farad
1 µF = 1.000.000 pF atau disebut piko Farad
1 Farad = 1.000.000 µF atau disebut mikro Farad
Langkah Pengukuran Menggunakan Multitester Digital:
1. Pilih Skala F dan pilih skala sesuai.
2. Maka nilai tampil ialah nilai kapasitas capasitor tersebut dalam satuan Farad ataupun Mikro Farad = 10 pangkat -6, Nano Farad = 10 pangkat -9, Piko Farad = 10 pangkat -12.

Cara Menggunakan Multitester Digital Untuk Pengukur Jalur

Pilih Skala Buzzer, ada icon Sound ataupu ada LED. Jika kabel tester warna merah hitam dihubungkan langsung maka multitester akan mengeluarkan suara pertanda jalurnya OK, tanpa hambatan = <50 br="" ohm.=""> Pilih object untuk dilakukan pengukuran. Contoh ingin mengukur jalur Power ON memulai dari IC UEM hingga kaki P7 keSwitch On Off. Tempel kabel , bebas mana sajabisa, kekaki Switch ON Off, satunya lagi kekaki IC UEM P7 atau kondensator terdekat. Jika multitester berbunyi pertanda jalur itu bagus dan terhubung tanpa hambatan. Jika tidak berbunyi multitester, coba dilihat apakah sudah benar benar letaknya tepat. Jika ia, sudah dapat dipastikan jalurnya putus dan harus dijumper.

<50 br="" ohm.=""> Cara Menggunakan Sebagai Volt Meter

  • <50 br="" ohm.=""> Pertama tama perhatikan Object yang akan diukur seperti Resistor, hambatan jalur dan sebagainya.
  • <50 br="" ohm.=""> Perhatikan juga pada skala Pengukuran Ohm Meternya.
  • <50 br="" ohm.=""> 2M artinya digunakan mengukur hambatan nilainya 2.000.000 Ohm = 2000K Ohm = 2 Mega Ohm.
  • <50 br="" ohm.=""> 200K artinya digunakan mengukur hambatan nilainya max. 200.000 Ohm = 200K Ohm.
  • <50 br="" ohm.=""> 20K artinya digunakan mengukur hambatan nilainya max. 20.000 Ohm = 20K Ohm.
  • <50 br="" ohm.=""> 2K artinya digunakan mengukur hambatan nilainya max. 2000 Ohm = 2K Ohm.
  • <50 br="" ohm.=""> 200 artinya digunakan mengukur hambatan nilainya max. 200 Ohm.
<50 br="" ohm.=""> Bila Anda tidak megetahui besaran nilai objek diukur, maka skala menengah yang dianjurkan yaitu 20K, lalu Anda dapat melakukan pengukuran.
  • <50 br="" ohm.=""> Jika hasilnya ada angka 1, itu artinya Overload maka naikkan skalanya.
  • <50 br="" ohm.=""> Jika yang dihasilkan digit dibelakang koma, itu kurang akurat dan maka diturunkan skalanya.
<50 br="" ohm.="">
Contoh pembacaan hasil pengukuran:
<50 br="" ohm.=""> Menggunakan skala 2K di dapati hasilnya 1,76, artinya hambatan terukur 1,76 K Ohm.
  • <50 br="" ohm.=""> Pada penggunaan skala 2K di dapati hasilnya 0,378, artinya hambatan terukur 0,378 K, alias 378 Ohm. KOhm ke Ohm = 1000x
  • <50 br="" ohm.=""> Pada penggunaan skala 20K hasilnya 1, artinya object diukur tersebut melebihi 20K, naikanlah skalanya menjadi 200K, di dapati hasilnya 38,78, artinya hambatan terukur sebesar 38,78 KOhm.
  • <50 br="" ohm.=""> Jika pengukuran dilakukan pada tegangan PLN, skala di pindahkan k bagian AC Volt lkemudian pilih skala 750 V.
  • <50 br="" ohm.=""> Colokkan kabel warna merah juga hitam kemasing masing lubang pada stop kontak terbolak balik juga boleh. Maka hasil akan didapati misalnya 216, artinya tegangan PLN saat tersebut 216 Volt.
  • <50 br="" ohm.=""> Untuk pengukuran ini jika pakai skala 200, hasilnya akan 1, pertanda melebihi skala 200 Volt tersebut atau overload. 
<50 br="" ohm.="">Mudah mudahan contoh cara menggunakan multitster digital diatas dapat mencerahkan Anda dalam berusaha untuk mengetahui cara nya, terimakasih telah berkunjung.
Contoh Cara Menggunakan Multitester Digital Yang Tepat Rating: 4.5 Diposkan Oleh: syfa' Sauqiah